Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan longsor pada ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan dengan membersihkan material tanah dan batuan yang menutupi badan jalan serta saluran drainase agar akses dapat kembali normal.
Menteri PU, Dody Hanggodo memastikan penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan. Setelah akses kembali terbuka, pembersihan terhadap lumpur dan material yang masih tersisa terus dilanjutkan agar infrastruktur dapat kembali dalam kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“InsyaAllah, dengan ikhtiar bersama seluruh unsur di lapangan, penanganan dapat terus dipercepat. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat,” kata Menteri Dody.
Hingga Kamis (15/10/2026), sejumlah titik longsor yang ditangani melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) ini telah kembali fungsional dengan dua jalur, sementara beberapa titik lainnya masih diberlakukan sistem buka tutup satu jalur.
Untuk mendukung percepatan penanganan, BPJN Sumbar mengerahkan sembilan unit alat berat dan kendaraan operasional, yang terdiri dari empat unit excavator, satu unit excavator mini, dua unit wheel loader, satu unit motor grader, serta lima unit dump truck. Peralatan tersebut ditempatkan sesuai kebutuhan penanganan di sejumlah titik terdampak.
Pekerjaan pun dilakukan secara bertahap. Di KM 228+100, pembersihan sisa tanah longsor terus dilakukan dan material diangkut ke lokasi pembuangan dengan menggunakan 1 unit Excavator dan dump truck 3 unit. Sementara itu, di KM 228+400, pembersihan telah diselesaikan pada dua dari tiga titik longsoran. Satu titik lainnya memerlukan penanganan khusus karena terdapat batu berukuran besar.
Pembersihan material juga dilakukan di KM 230+050, sedangkan pembersihan saluran dari material longsor di KM 231+200 telah selesai dilaksanakan.
Berdasarkan kondisi per 15 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB, sejumlah titik telah kembali fungsional untuk dua jalur, yaitu KM 229+700, KM 229+900, KM 230+400, KM 231+200, KM 231+800, dan KM 232+800. Adapun KM 228+100 dan KM 228+400 telah fungsional dengan sistem buka-tutup satu jalur, sedangkan KM 230+050 masih fungsional satu jalur.
8.000 Liter Air Bersih Penuhi Kebutuhan Warga
Selain pemulihan akses, Kementerian PU juga turut menangani krisis air bersih akibat banjir dan longsor. Pasalnya, bencana tersebut turut menyebabkan jaringan perpipaan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pesisir Selatan terputus, sehingga mengganggu pelayanan air bersih bagi masyarakat pelanggan.
Di tengah kondisi tersebut, Kementerian PU terus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi melalui dukungan distribusi air tangki selama masa penanganan darurat.
Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Kementerian PU mengirim Sebanyak 2 Mobil Tangki Air (MTA) dikerahkan untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 8.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga di tiga nagari, yaitu Nagari Ranah Sungai Gambir, Nagari Limau Puruik, dan Nagari Talang Balirik.
Selain itu, Tim Tanggap Darurat juga turut diterjunkan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Sementara perbaikan jaringan perpipaan telah mulai dilakukan dan terus diupayakan agar dapat diselesaikan secepatnya sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali normal.
Melalui berbagai penanganan berkelanjutan ini, Kementerian PU tidak hanya memulihkan fungsi jalan nasional, tetapi juga terus mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat yang terdampak. Penanganan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU untuk hadir secara cepat dalam kondisi darurat dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses jalan hingga layanan air bersih. (LR)













