Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi tengah mendalami motif di balik tindakan Bupati nonaktif Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang menyembunyikan uang ratusan juta rupiah di dalam sebuah tong plastik berwarna biru. Modus tidak biasa ini terungkap setelah tim satgas KPK melakukan operasi tangkap tangan pada pertengahan Oktober 2026. Penyidik mencurigai penggunaan wadah tersebut sengaja dilakukan sebagai upaya kamuflase agar aliran dana haram itu tidak terdeteksi oleh aparat penegak hukum.
Fokus penyelidikan kini juga diarahkan pada adik kandung Hamenang, yaitu Hanaku Agni Sadewo. KPK menyidik peran penting Hanaku yang diduga kuat bertindak sebagai pengelola lalu lintas uang korupsi tersebut, mengingat tong berisi uang senilai sembilan ratus tiga puluh empat juta rupiah itu ditemukan di kediamannya. Uang dalam tong biru tersebut menjadi barang bukti krusial untuk membongkar teka-teki pengelolaan dan kemana saja aliran dana itu bermuara.
Secara keseluruhan, operasi senyap yang digelar di Jakarta dan Klaten ini menjaring dua puluh tiga orang dengan total barang bukti berupa uang tunai satu koma dua miliar rupiah serta lima ribu sembilan ratus tujuh puluh dua Yuan. Selain uang yang ditimbun di dalam tong, petugas juga menemukan sisa uang yang dikemas dalam amplop-amplop terpisah. KPK mengidentifikasi bahwa sebagian dari duit tersebut berkaitan dengan setoran dari pengusaha tambang galian C serta komitmen fee dari berbagai proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah kabupaten yang nilainya ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Akibat skandal ini, Hamenang langsung dijebloskan ke tahanan bersama dua tersangka lainnya, yakni Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luthfi H Rahmatullah dan seorang pihak swasta bernama Muhammad Amin Wahyu Utomo. Sang bupati kini harus menghadapi jeratan pasal berlapis karena diduga terlibat dalam serangkaian praktik lancung, mulai dari menyuap auditor demi memanipulasi laporan keuangan, melakukan pemerasan terkait upah pungut, menerima setoran rutin dari BUMD, hingga menampung gratifikasi proyek. (Ganda)













