Kementerian PU Pastikan Akses Jalan Tarutung–Sibolga Sudah Dapat Dilalui

10f2d6a7 40a1 4376 a8b1 d68eb475f425

Tapanuli Utara – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara melakukan penanganan tanggap darurat terhadap kejadian jalan amblas hingga terputus di STA 29+900, Ruas Batas Kabupaten Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah, Ruas 1, Desa Sibalanga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 12.15 WIB, akibat intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut diperberat oleh peningkatan volume kendaraan yang melintas di ruas Tarutung–Sibolga, menyusul kerusakan dan amblasnya ruas Tarutung–Sipirok yang menyebabkan pengalihan arus lalu lintas ke jalur detour.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat peran strategis jalan dan jembatan dalam mendukung aktivitas masyarakat serta distribusi logistik.

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Menteri Dody.

Lokasi longsoran berada di sisi area pekerjaan pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) dengan fondasi bored pile yang sedang dalam tahap konstruksi. Curah hujan yang tinggi sejak siang hingga tengah malam mengakibatkan badan jalan detour mengalami amblas hingga terputus, sehingga jalur utama Tarutung–Sibolga tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.

Dalam kejadian ini, tidak terdapat kendaraan yang terdampak langsung oleh longsoran dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, terputusnya jalan menyebabkan terganggunya akses masyarakat dari kawasan Tarutung menuju Simpang Rampah.

Sebagai langkah penanganan darurat, BBPJN Sumatera Utara bersama kontraktor pelaksana PT Hutama Karya dan Satuan Lalu Lintas Polres Tapanuli Utara melakukan pekerjaan perbaikan badan jalan untuk memulihkan akses transportasi masyarakat.

Penanganan yang dilakukan meliputi penimbunan dan pemadatan material pada badan jalan serta pemasangan enam lembar pelat baja berukuran 2 x 1 meter. Untuk mendukung pekerjaan tersebut, dikerahkan 3 unit ekskavator, 1 unit vibro roller, dan 5 unit dump truck. Material yang digunakan dalam pekerjaan penanganan meliputi agregat Kelas A, urugan pilihan, pelat baja, 100 batang kayu cerucuk, serta 100 buah geobag.

Berdasarkan laporan penanganan per 27 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB, pekerjaan perbaikan darurat sepanjang 25 meter telah diselesaikan seluruhnya, dengan progres mencapai 100% dari rencana penanganan.

Akses Jalan Berangsur Pulih

Setelah pekerjaan penanganan darurat dilaksanakan, akses jalan berangsur pulih. Kendaraan roda empat berukuran kecil dilaporkan sudah dapat melintas pada malam hari, disusul kendaraan berukuran besar pada pukul 23.30 WIB.

Dalam pelaksanaannya, tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan ruang untuk melebarkan jalur detour akibat adanya dinding halaman rumah warga serta kepadatan kendaraan yang terjebak di sekitar lokasi, sehingga menghambat mobilisasi truk pengangkut material.

Kementerian PU melalui BBPJN Sumatera Utara terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan kondisi jalan, guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta menjaga konektivitas jalur Tarutung–Sibolga.

Kementerian PU mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi penanganan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan perjalanan. (LR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *