Modal Rp23 Miliar, Inpres Jalan Daerah Kementerian PU Sukses Dongkrak Ekonomi Kotabaru

df2880e7 50d6 4adb 8aab 117171b3cf28

JAKARTA –  Akses jalan yang rusak sering kali jadi momok buat ekonomi daerah. Tapi kini masyarakat Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, bisa bernapas lega. Lewat program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) 2025, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sukses menyulap Ruas Jalan Tanjung Serdang Lontar menjadi jalur logistik yang super mulus dan efisien.

Perubahan ini bukan sekadar soal aspal baru, melainkan dampak nyatanya bagi roda ekonomi lokal. Jalur ini merupakan urat nadi bagi distribusi komoditas ekspor kayu arang andalan warga Desa Tanjung Lalak Utara.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memotong jalur birokrasi logistik yang mahal melalui infrastruktur yang tepat sasar.

“Melalui Program Inpres Jalan Daerah ini, pemerintah memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir serta menghubungkan langsung wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara jauh lebih efisien dan berkelanjutan. Dampaknya akan langsung terasa di lapangan, waktu tempuh distribusi menjadi lebih singkat, biaya angkut logistik dapat ditekan, serta risiko kerusakan hasil panen selama perjalanan dapat diminimalkan,” ujar Menteri Dody.

Ruas Jalan Tanjung Serdang Lontar memiliki posisi yang sangat strategis. Jalan ini menghubungkan lima kecamatan sekaligus menuju ibu kota Kabupaten Kotabaru, yaitu Kecamatan Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Kepulauan, Pulau Laut Tanjung Selayar, Pulau Laut Barat, dan Pulau Laut Tengah.

Tidak hanya itu, jalur ini juga menjadi penghubung utama ke berbagai fasilitas transportasi penting seperti Pelabuhan Tanjung Serdang (ASDP), Pelabuhan dan Bandara PT Indonesia Bulk Terminal, Bandara Gusti Syamsir Alam, Terminal Lontar, dan Dermaga Penyeberangan Tanjung Lalak.

Bagi pencinta traveling, perbaikan jalan ini adalah kabar baik. Akses menuju destinasi wisata pantai hits di Kotabaru kini jadi makin nyaman. Mulai dari Pantai Teluk Tamiang, Pantai Teluk Kemuning, Pantai Teluk Aru yang populer dengan Katir Race dan Pesta Laut, Pantai Nusa Dua, Pantai Sebanti, hingga Pantai Teluk Jagung kini bisa ditempuh tanpa perlu khawatir jalan berlubang.

Proyek penanganan jalan sepanjang 4,50 kilometer dengan lebar 6 meter ini menelan anggaran APBN sebesar Rp23,74 miliar. Kementerian PU menggunakan teknologi aspal modern Lataston Lapis Aus (HRS-WC).

Pemanfaatan lapisan aspal HRS-WC memiliki berbagai keunggulan, antara lain permukaan jalan yang mulus untuk kenyamanan berkendara, kedap air, serta memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap gesekan dan cuaca ekstrem.

Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari kerja sama apik antara Pemerintah Pusat dan Pemkab Kotabaru melalui Dinas PUPR yang sigap menyiapkan lahan serta penyediaan Detail Engineering Design (DED).

Langkah ini merupakan bagian dari eksekusi Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dalam Mendukung Swasembada Pangan dan Energi, sebagai wujud komitmen pemerintah menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(fa/fz)

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *