Menteri PU Dongkrak Pariwisata Banda Neira, Siapkan Jalan 12,65 Km dan Transportasi Ramah Lingkungan

WhatsApp Image 2026 07 12 at 15.34.08

Ambon – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat meningkatkan infrastruktur jalan di Banda Neira, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026, Kementerian PU siap membangun jalan sepanjang 12,65 kilometer. Langkah strategis ini merujuk pada Rencana Induk (Masterplan) Pengembangan dan Penataan Kawasan Banda Neira dan Sekitarnya Tahun 2025–2045 dari Kementerian PPN/Bappenas.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa program IJD mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Melalui kebijakan ini, pemerintah pusat mempercepat penanganan jalan daerah strategis yang diusulkan pemerintah daerah akibat kendala keterbatasan anggaran.

“Program Inpres Jalan Daerah ini bertujuan meningkatkan kemantapan dan konektivitas jalan daerah. Dengan begitu, mobilitas ini dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses menuju kawasan produksi pangan dan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Menteri Dody.

Peningkatan jalan di kawasan Banda Neira memegang peran penting. Selain mendongkrak akses ke kawasan wisata, infrastruktur yang mumpuni akan memperlancar distribusi hasil perkebunan seperti komoditas pala yang mencapai 646 ton per tahun, serta sektor perikanan sebanyak 16.127 ton per tahun.

Saat ini, kondisi jalan eksisting di Banda Neira relatif sempit dengan lebar hanya sekitar 3 hingga 3,5 meter, sehingga hanya kendaraan kecil yang dapat melintas.

Ke depan, Kementerian PU akan memperkuat jalur tersebut menggunakan konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement). Proyek ini juga mencakup pembangunan trotoar di atas drainase yang sudah ada agar pemanfaatan ruang lebih optimal.

Menariknya, penataan ini juga mengusung konsep transportasi ramah lingkungan. Pemerintah mendorong penggunaan bajaj listrik sebagai alternatif kendaraan konvensional karena dimensinya yang ramping dan sesuai dengan karakter jalan lokal. Selain bajaj listrik, pemerintah juga mempromosikan sepeda sebagai moda transportasi berkelanjutan.

Faktor kenyamanan pejalan kaki turut menjadi prioritas utama. Di beberapa titik strategis, seperti area sekitar Benteng Belgica, pekerja akan membangun jalur pedestrian selebar 1,2 hingga 1,5 meter di salah satu sisi jalan. Sementara itu, sisi jalan lainnya akan berfungsi sebagai ruang milik jalan yang fleksibel untuk akses kendaraan maupun ruang hijau.

Melalui lompatan infrastruktur jalan ini, Kementerian PU optimistis dapat memperkuat posisi Banda sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Proyek ini sekaligus memperlancar aksesibilitas masyarakat maupun wisatawan menuju berbagai fasilitas pelayanan dan objek wisata bersejarah di Banda Neira. (fa/fz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *