Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. Melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), sejumlah peralatan pendukung pemadaman dikirim ke lima provinsi untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus memenuhi kebutuhan air di wilayah terdampak.
Peralatan tersebut didistribusikan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PU di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Pengiriman dilakukan melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Jumat (11/9/2026) dan Sabtu (12/9/2026).
“Kementerian PU akan terus bergerak berdasarkan kondisi di lapangan. Kondisinya tentu berbeda-beda, tetapi bagi kami di PU yang penting adalah bisa cepat hadir sesuai kebutuhan di lapangan. Saya sudah minta jajaran untuk siaga dan bergerak, terutama untuk membantu menjaga layanan dasar masyarakat.” kata Menteri PU Dody Hanggodo.
Sebanyak 13 unit peralatan tambahan disiapkan untuk memperkuat dukungan penanganan karhutla di Kalimantan. Peralatan tersebut meliputi mobile pump berkapasitas 250 liter per detik, water tank truck, serta pompa alkon 6 inci berkapasitas 41,6 liter per detik.
Untuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, masing-masing mendapatkan satu unit water tank truck berkapasitas 5.000 liter, satu mobile pump 250 liter per detik, dan satu pompa alkon 6 inci.
Sementara itu, BWS Kalimantan IV Samarinda untuk wilayah Kalimantan Timur dan BWS Kalimantan V Tanjung Selor untuk Kalimantan Utara masing-masing mendapat dukungan water tank truck berkapasitas 4.000 liter dan satu pompa alkon 6 inci.
Pengiriman tersebut merupakan penambahan peralatan dari sarana yang sebelumnya telah tersedia di Kalimantan. Selain peralatan yang dikirim dari Jakarta, kebutuhan seperti pompa alkon 3 inci, jet sprinkler, backpack pump, selang extension, dan tandon air akan dipenuhi langsung oleh masing-masing balai sesuai kebutuhan di lapangan.
Direktur Jenderal SDA Arnold A.P. Ritiauw mengatakan kesiapan peralatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penanganan karhutla.
“Kami berharap peralatan yang disiapkan ini dapat membantu mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, terutama dalam mendukung pemadaman di lapangan. Kesiapan peralatan ini merupakan bagian dari dukungan Kementerian PU dalam menghadapi kondisi karhutla,” ujarnya.
Ditjen SDA selanjutnya akan terus berkoordinasi dengan BWS di seluruh Kalimantan untuk memastikan peralatan siap digunakan dan dapat dimanfaatkan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kementerian PU untuk tidak hanya membangun dan mengelola infrastruktur sumber daya air, tetapi juga memastikan sarana tersebut siap dikerahkan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat. (LR)













