Dongkrak Ekonomi Daerah, Zepnat Kambu Kepala BPJN Bengkulu Siap Kebut 17 Paket Infrastruktur IJD Bengkulu

Zepnat Kambu

Bengkulu – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu terus mematangkan kesiapan eksekusi program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 17 paket pekerjaan strategis dengan total pagu anggaran mencapai Rp285,13 miliar siap digulirkan demi mendongkrak konektivitas dan memangkas biaya logistik di Provinsi Bengkulu.

Langkah akselerasi ini sejalan dengan target pemerintah pusat dalam meningkatkan kondisi kemantapan jalan nasional dan daerah secara berkelanjutan. Pihak BPJN Bengkulu mengonfirmasi bahwa seluruh dokumen pengadaan tengah diproses secara intensif agar pengerjaan fisik di lapangan dapat segera dimulai pasca seluruh proses administrasi rampung.

Rincian Pagu Anggaran per Satuan Kerja (Satker)

Pengalokasian dana jumbo sebesar Rp285,13 miliar ini dibagi secara proporsional ke dalam tiga Satuan Kerja (Satker) di bawah naungan BPJN Bengkulu guna memastikan efektivitas pengawasan dan pelaksanaan:

  • Satker PJN Wilayah 1 Provinsi Bengkulu: Mengakomodasi 8 paket pekerjaan dengan alokasi anggaran terbesar, yakni senilai Rp161,73 miliar.
  • Satker PJN Wilayah 2 Provinsi Bengkulu: Menangani 7 paket pekerjaan fisik yang berfokus pada wilayah selatan dengan total anggaran Rp114,83 miliar.
  • Satker P2JN Provinsi Bengkulu: Mengawal 2 paket perencanaan dan pengawasan teknis dengan pagu anggaran Rp8,57 miliar.

Update Status Pengadaan: Menanti Revisi DIPA

Berdasarkan data monitoring progres pengadaan IJD TA 2026, rencana penandatanganan kontrak sedianya dijadwalkan berjalan mulai pertengahan Oktober 2026. Namun, realisasi kontrak tersebut baru akan dieksekusi sepenuhnya segera setelah revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) resmi diterbitkan oleh pihak berwenang.

Berikut adalah peta perkembangan status paket proyek secara terperinci di masing-masing wilayah Satker:

Paket Pekerjaan Fisik PJN Wilayah 1
Satker PJN 1 mencakup wilayah strategis seperti Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko, Rejang Lebong, Kepahiang, hingga Lebong.

  1. Status Tahap Evaluasi:
  • Penggantian Jembatan Air Batang Hari (Pagu: Rp26,06 Miliar)
  • Preservasi Jalan Air Duku – Tower Air Duku (Pagu: Rp9,30 Miliar)
  • Preservasi Jalan Lingkar Sidorejo (Pagu: Rp15,64 Miliar)
  • Preservasi Jalan Sp. Karang Anyar – Sp. Kejalo (Pagu: Rp25,14 Miliar)
    1. Status Persiapan TTD Kontrak (Menunggu DIPA):
  • Preservasi Jalan Simpang Kasidi Arga Jaya – Tirta Kencana – Marga Mulya – Bukit Harapan (Pagu: Rp25,64 Miliar)
  • Preservasi Jalan Talang Tengah II – Kota Titik (Pagu: Rp30,56 Miliar)
  • Preservasi Jalan Air Hitam – Teluk Bakung (Pagu: Rp13,99 Miliar)
  • Pembangunan Jalan Bungin – Bukit Nibung (Pagu: Rp15,35 Miliar)

Paket Pekerjaan Fisik PJN Wilayah 2
Fokus penanganan pada wilayah PJN 2 meliputi area Kabupaten Kaur, Seluma, Bengkulu Selatan, hingga Kota Bengkulu. Seluruh paket di wilayah ini telah menyelesaikan tahapan seleksi awal dan kini berstatus Persiapan TTD Kontrak (Menunggu DIPA):

  • Pembangunan Jalan Nagarantai – Muara Sahung (Pagu: Rp25,67 Miliar)
  • Preservasi Jalan Padang Serai – Pasar Ngalam (Pagu: Rp26,62 Miliar)
  • Preservasi Jalan Kurawan – Simpang DPRD – Letnan Jahidin (Pagu: Rp26,84 Miliar)
  • Preservasi Puskesmas Ky. Kunyit – Kantor Camat Manna – Polsek Manna (Pagu: Rp17,73 Miliar)
  • Preservasi Jalan Nasional – Cahaya Negeri – Sari Mulyo – Tawang Rejo (Pagu: Rp8,68 Miliar)
  • Preservasi Jalan Setia Negara (Pagu: Rp5,12 Miliar)
  • Pembangunan Jalan Tanjung Agung – Genting (Pagu: Rp4,15 Miliar)

Pengawasan Teknis P2JN
Untuk memastikan mutu dan kualitas konstruksi di lapangan memenuhi standar nasional, Satker P2JN sedang memproses tender ulang melalui mekanisme Repeat Order (RO) Ulang untuk dua paket krusial:

  • Pengawasan Teknis Jalan IJD Provinsi Bengkulu (Skema SYC – Rp1,21 Miliar)
  • Pengawasan Teknis Jalan IJD Provinsi Bengkulu (Skema MYC – Rp7,35 Miliar)

Realisasi Anggaran dan Progres Kerja Internal

Secara internal, akumulasi performa dari seluruh Satuan Kerja (Satker) yang berada di bawah komando BPJN Bengkulu menunjukkan tren realisasi yang sangat positif. Total pagu anggaran balai secara keseluruhan tercatat sebesar Rp332,44 miliar. Dari total dana tersebut, realisasi belanja yang telah berhasil terserap dengan baik mencapai Rp248,85 miliar.

Dari sisi persentase kinerja makro, BPJN Bengkulu berhasil mencatatkan angka yang sangat memuaskan, yaitu:

  • Progres Keuangan: Menyentuh 83,88%.
  • Progres Fisik: Mencapai 92,87%.

Rincian Performa per Satuan Kerja (Satker)
Keberhasilan ini didorong oleh distribusi kerja yang optimal di lima Satker di bawah naungan BPJN Bengkulu. Berikut adalah rincian pagu, realisasi, serta persentase progres masing-masing Satker:

  • Dinas PU Provinsi Bengkulu
    Menjadi satker dengan performa paling sempurna karena telah menuntaskan targetnya secara total. Dengan pagu anggaran Rp621,89 juta dan realisasi Rp621,89 juta, satker ini mencatatkan Progres Keuangan 100,00% dan Progres Fisik 100,00%.
  • PJN Wilayah II Provinsi Bengkulu
    Mengelola pagu sebesar Rp141,34 miliar dengan realisasi belanja sebesar Rp127,76 miliar. Satker ini membukukan Progres Keuangan 90,39% dan Progres Fisik 96,65%.
  • P2JN Provinsi Bengkulu
    Mengawal pagu sebesar Rp21,82 miliar dengan realisasi sebesar Rp18,87 milar. Satker ini mencatatkan Progres Keuangan 86,50% dan Progres Fisik 92,58%.
  • PJN Wilayah I Provinsi Bengkulu
    Menangani pagu anggaran sebesar Rp159,90 miliar dengan realisasi sebesar Rp124,67 miliar. Satker ini mencatatkan Progres Keuangan 77,97% dan Progres Fisik 90,36%.
  • BPJN Bengkulu (Satker Internal)
    Mengelola pagu sebesar Rp8,76 miliar dengan realisasi keuangan Rp6,92 miliar. Satker ini menorehkan Progres Keuangan 79,00% dan Progres Fisik 82,15%.

Dominasi di Peringkat Nasional Ditjen Bina Marga

Prestasi menonjol ini membawa dampak signifikan pada peta peringkat kerja unit pelaksana teknis nasional di bawah Ditjen Bina Marga yang memiliki total pagu agregat Rp50,11 triliun dan realisasi nasional Rp33,72 triliun, yaitu:

  • Peringkat 1 Nasional Progres Fisik: BPJN Bengkulu secara luar biasa menempati peringkat pertama dari 5 Balai Tertinggi nasional dengan capaian 92,87%. Capaian ini tercatat melonjak jauh melampaui angka rata-rata fisik Ditjen Bina Marga nasional yang berada di angka 76,21%, atau mencatatkan selisih keunggulan sebesar 16,66%. BPJN Bengkulu berhasil unggul tipis di atas BPJN Nusa Tenggara Barat (92,38%) dan BBPJN Kalimantan Timur (92,24%).
  • Peringkat 3 Nasional Progres Keuangan: Untuk serapan atau realisasi anggaran belanja, BPJN Bengkulu kokoh bertengger di peringkat ketiga nasional dengan capaian 83,88%. Angka ini berada jauh di atas rata-rata keuangan nasional Ditjen Bina Marga yang berada pada persentase 67,29%, memberikan selisih surplus performa sebesar 16,59%. Posisi pertama dan kedua di kategori ini ditempati oleh BBPJN Kalimantan Timur (90,92%) dan BPJN Gorontalo (89,27%).

Dampak Strategis Terhadap Ekonomi Bengkulu

Melalui realisasi 17 paket IJD ini, integrasi konektivitas antar-kabupaten/kota di Bengkulu diproyeksikan akan melesat tajam. Perbaikan jalan produksi dan jalan logistik akan mempermudah para petani kelapa sawit, karet, dan komoditas unggulan daerah lainnya dalam mendistribusikan hasil panen ke pusat-pusat industri maupun pelabuhan.

Masyarakat Bengkulu pun menaruh harapan besar agar kendala administrasi penerbitan DIPA dapat segera teratasi, sehingga realisasi pembangunan infrastruktur ini dapat langsung dirasakan manfaatnya demi kesejahteraan wilayah bumi perkasa ini.

Capaian gemilang yang menempatkan balai ini di posisi puncak nasional dinilai tidak lepas dari kepemimpinan Kepala BPJN Bengkulu, Dr. Ir. Zepnat Kambu, S.T., M.T., yang dinilai memiliki kinerja yang sangat baik dalam mengomandoi percepatan program strategis tersebut. Atas dedikasi dan kerja keras jajaran balai di bawah arahannya, berbagai elemen masyarakat Bengkulu melayangkan pujian tinggi serta menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam, karena perbaikan infrastruktur ini berdampak nyata dalam mempermudah mobilitas harian sekaligus menghidupkan urat nadi perekonomian daerah. (LR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *