BANGKALAN — Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan sempat menghentikan sementara operasional pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Junok, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Jumat (26/6/2026) pagi. Langkah tegas ini diambil setelah antrean kendaraan mengular hingga 500 meter dan memicu kemacetan parah di jalur utama aktivitas warga.
Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP Febry Hermawan, mengungkapkan bahwa penumpukan kendaraan sudah mulai terjadi sejak pukul 06.00 WIB, tepat di saat jam padat masyarakat berangkat kerja.
“Mulai ada kemacetan dari pukul 06.00 WIB karena adanya antrean panjang pengisian BBM,” ujar Febry.
Melihat kepadatan lalu lintas yang terus meningkat, pihak kepolisian langsung menerapkan rekayasa lalu lintas guna mengurai kemacetan. “Kami lakukan pola-pola rekayasa, salah satunya dengan menghentikan sementara operasional pengisian BBM,” tambahnya.
Setelah arus lalu lintas di sekitar lokasi mulai terurai dan kembali lancar, pihak kepolisian kembali membuka layanan pengisian BBM secara bertahap menggunakan skema buka-tutup.
Untuk mencegah kemacetan berulang, polisi juga memperketat barisan antrean kendaraan agar hanya menggunakan satu lajur jalan saja. Langkah ini memastikan hak pengguna jalan lain tidak terganggu.
“Setelah (arus) lancar, kami atur lagi agar antrean hanya menggunakan satu lajur. Hal ini dilakukan agar tidak mengakibatkan kemacetan yang bisa menimbulkan keluhan dari masyarakat,” tegas Febry.
Di sisi lain, antrean ini menyisakan keluhan bagi para pengemudi kendaraan besar. Zuhur, salah seorang sopir truk, mengaku harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam di dalam antrean hanya untuk mendapatkan Solar.
Nahas, meski sudah mengantre lama, ia tidak bisa mengisi penuh tangki truknya karena adanya kebijakan pembatasan dari pihak SPBU.
“Pembelian Solar sekarang dibatasi, hanya bisa mengisi maksimal Rp300.000 saja,” keluh Zuhur.
Zuhur mengkhawatirkan pembatasan ini akan mengganggu mobilitas pekerjaannya, terlebih jika pasokan Solar ke depannya kembali sulit didapatkan. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait bisa menjaga stabilitas pasokan. “Yang penting pasokan jangan langka dan harga jangan naik,” cetusnya.
Merespons situasi tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pengurangan distribusi BBM untuk wilayah Bangkalan, baik untuk jenis Solar maupun Pertalite.
“Tidak ada pengurangan stok ke wilayah tersebut. Terkait kondisi di lapangan, nanti akan segera kami cek dan evaluasi,” pungkas Ahad. (fa/fz)















