Kementerian PU Bangun Kembali Ponpes Al-Khoziny, Hadirkan Ruang Belajar dan Ibadah yang Lebih Layak

736a3b7b 117e 47dc 8fa8 35e8dbbc7b69

Sidoarjo – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pembangunan ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan pesantren.

Pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap penyediaan infrastruktur pendidikan yang aman dan berkualitas. Upaya tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu fondasi pembangunan nasional.

“Fasilitas pendidikan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran dan pembentukan sumber daya manusia,” tutur Menteri PU Dody Hanggodo.

Fasilitas yang dibangun mencakup gedung asrama santri dan ruang pendidikan setinggi lima lantai serta masjid empat lantai. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mengintegrasikan kebutuhan tempat tinggal, kegiatan belajar mengajar, dan pembinaan spiritual santri dalam satu lingkungan pesantren yang lebih tertata.

Secara keseluruhan, gedung pesantren dirancang untuk menampung hingga 929 orang, terdiri atas santri jenjang ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah, serta para ustaz. Sementara itu, ruang belajar mengajar disiapkan dengan kapasitas total 792 orang untuk mendukung kegiatan pendidikan secara lebih optimal.

Sementara Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur Gusti Agung Ari Wibowo mengatakan, selain fasilitas pendidikan dan asrama, pembangunan masjid empat lantai juga menjadi bagian penting dari penyediaan sarana pesantren,” Masjid tersebut dirancang memiliki kapasitas total 1.160 jamaah, dengan rincian lantai pertama sebanyak 302 jamaah dan lantai kedua hingga keempat masing-masing sebanyak 286 jamaah. Kapasitas ini diharapkan dapat menunjang kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan bagi warga pesantren,” terang Ari.

Ari menambahkan, dari sisi keandalan bangunan, pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny didukung dokumen Detail Engineering Design (DED) yang mencakup perencanaan struktur fondasi, termasuk tiang pancang dan pile cap, struktur atas, arsitektur, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (mechanical, electrical, and plumbing/MEP).

“Ruang lingkup pekerjaan meliputi penyiapan lahan, pemasangan tiang pancang, pengecoran fondasi dan pile cap, pembangunan struktur atas, pekerjaan arsitektur, pemasangan sistem MEP, hingga pengujian dan commissioning. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bangunan memenuhi persyaratan teknis dan kelayakan sebelum dimanfaatkan,” ujar Ari.

Pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny dilaksanakan di atas lahan seluas 4.100 meter persegi. Pekerjaan konstruksi dimulai pada Desember 2025 dan kini memasuki tahap akhir, dengan progres konstruksi yang telah mencapai 98,77%. Kementerian PU menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada Desember 2026, sehingga fasilitas pendidikan, asrama, dan masjid yang dibangun dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Melalui pembangunan kembali ini, Kementerian PU berharap Ponpes Al-Khoziny memiliki lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan representatif. Tidak hanya mendukung kegiatan belajar mengajar, fasilitas tersebut juga diharapkan memperkuat pembinaan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kehidupan keagamaan para santri sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus bangsa. (LR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *