Akses Jalan Pining-Lokop Kembali Dapat Dilalui Pascabanjir di Gayo Lues

5666bf2a 278a 45c9 8924 a60196304779

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani banjir yang melanda Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, pada Rabu (28/10/2026) sore. Selain membantu evakuasi warga, Kementerian PU juga melakukan penanganan darurat tanggul Sungai Badak yang jebol menggunakan geobag untuk mengurangi risiko limpasan air susulan.

Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan penanganan pascabanjir bandang oleh Kementerian PU akan dilakukan secara menyeluruh, baik pada infrastruktur fisik maupun aliran sungai.

“Saya minta penanganan banjir bandang tidak dilakukan sepotong-sepotong. Kita segera normalisasi muara dan alur sungainya, selesaikan peninggian tanggulnya dan siapkan pekerjaan sabo dam di hulu sungai,” kata Menteri Dody.

Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama sepekan dan menyebabkan kerusakan tanggul Sungai Badak. Limpasan air dengan debit tinggi kemudian meluas ke akses jalan daerah Pining–Lokop hingga memasuki permukiman warga, dengan ketinggian genangan mencapai sekitar 80 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Aceh bergerak mengirim personel guna membantu warga melakukan evakuasi dari area genangan, terutama di lokasi dengan ketinggian air yang membahayakan, menuju titik kumpul atau tempat yang lebih aman.

Berdasarkan laporan BPJN Aceh per 29 Oktober 2026, genangan banjir telah surut dan akses jalan daerah Pining–Lokop mulai dapat dilalui kembali. Meski demikian, pemantauan kondisi lapangan dan kesiapsiagaan personel tetap dilakukan untuk mendukung keselamatan masyarakat.

Sementara itu, BWS Sumatera I melaksanakan penutupan tanggul yang jebol menggunakan geobag dengan mengerahkan satu unit excavator. Langkah ini merupakan bagian dari penanganan darurat untuk mengendalikan aliran air dan mengurangi risiko dampak lanjutan terhadap permukiman masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU akan melakukan penanganan permanen secara terpadu dari hulu hingga ke muara sungai. Penanganan permanen tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Oktober 2026 dan ditargetkan dapat diselesaikan secara keseluruhan pada Desember 2028.

Kepala BWS Sumatera I, Asyari mengungkapkan penanganan permanen tersebut mencakup tiga komponen utama, yaitu pembangunan sabo dam di bagian hulu, pembangunan tanggul pengamanan banjir pada alur sungai, serta pengerukan dan penataan muara.

“Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan mulai Oktober 2026 dengan target penyelesaian pada Desember 2028,” tuturnya.

Penanganan secara terpadu dari hulu hingga muara diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sistem sungai dalam mengalirkan debit banjir, mengendalikan sedimen dan material yang terbawa aliran, mengurangi risiko luapan sungai, serta memberikan perlindungan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat dan kawasan yang berada di sepanjang Sungai.

Sebelumnya, BWS Sumatera I telah melakukan normalisasi Sungai Pining di Desa Pintu Rime, Kecamatan Pining, secara bertahap pada 26–28 Oktober 2026 dengan mengerahkan satu unit excavator. Penanganan ini melanjutkan upaya Kementerian PU dalam mengurangi risiko banjir di Kabupaten Gayo Lues.

Selain itu, BWS Sumatera I juga melaksanakan normalisasi sungai serta pembuatan dan perbaikan tanggul di Desa Badak dan Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang. Pekerjaan dilakukan secara bertahap menggunakan excavator dengan tetap memantau debit sungai untuk memastikan kondisi aman sebelum pekerjaan dilanjutkan. (LR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *