Aceh – Keselamatan warga adalah harga mati! Prinsip inilah yang langsung dipegang teguh oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat meninjau kondisi Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Tak pakai lama, Menteri PU Dody Hanggodo langsung menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat struktur jembatan ikonik ini demi keamanan masyarakat.
Berdasarkan hasil kajian teknis, pondasi jembatan dari arah Bireuen menuju Bener Meriah kedapatan mengalami kemiringan. Saat ini, jembatan tersebut memang masih bertumpu pada tiga besi penyangga sementara.
Melihat kondisi yang cukup riskan ini, Menteri Dody langsung tancap gas memerintahkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan Direktorat Pembangunan Jembatan untuk menggandeng kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PT PP). Tujuannya jelas: mengganti penyangga sementara dengan struktur permanen yang jauh lebih kokoh!
“Saya sudah bicara dengan Kepala Balai dan Direktur Jembatan. Perkuatan di bawah jembatan akan kita buat lebih kuat lagi. Nanti PT PP yang akan eksekusi dengan penanganan yang jauh lebih baik,” ujar Menteri Dody saat menginspeksi langsung lokasi pada Rabu (8/7/2026).
Mengingat cuaca yang tak menentu, Menteri Dody juga meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk rajin melakukan kontrol rutin. Apalagi, arus sungai di bawah jembatan tergolong deras dan berpotensi menggerus fondasi saat hujan lebat.
“Kalau sewaktu-waktu dinilai membahayakan masyarakat, penggunaan jembatan harus dihentikan sementara sampai kondisi kembali aman,” tegasnya.
Untuk sementara waktu selama masa perbaikan, Jembatan Enang-Enang hanya boleh dilewati oleh kendaraan roda dua dan kendaraan ringan penumpang. Kendaraan logistik atau truk bertonase besar dilarang melintas demi menjaga kestabilan.
Kementerian PU tidak hanya fokus pada perbaikan instan. Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah akan mempercepat pelebaran Jalan Werlah serta membangun dua jembatan baru sebagai jalur alternatif.
Kabar baiknya lagi, bakal ada pembangunan jalur pintas (shortcut) baru yang dirancang khusus untuk bisa menampung kendaraan logistik berat hingga kapasitas 30 ton! Mobilitas ekonomi Aceh dipastikan akan tetap aman dan lancar jaya.
Di sela-sela kunjungannya, Menteri Dody juga dibuat kagum oleh aksi heroik Pak Syahrial dan warga setempat yang sebelumnya bergotong royong memperbaiki jembatan ini secara swadaya agar akses jalan tidak putus.
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Syahrial dan masyarakat. Kita dari pemerintah pusat sudah sangat dibantu. Tugas kita sekarang adalah memberikan dukungan maksimal lewat standar teknis yang aman, sehingga apa yang sudah dikerjakan masyarakat tidak sia-sia,” pungkas Menteri Dody. (fa/fz)













