JAKARTA — Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjaring Bupati Langkat, Syah Afandin (SAF), oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menguak temuan mengejutkan. Tidak hanya mengamankan tumpukan uang tunai, tim penyidik juga menemukan 55 kilogram logam langka yang diduga kuat sebagai platinum di dalam mobil sang bupati.
Penangkapan yang terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026 di Medan, Sumatera Utara ini berkaitan dengan dugaan suap sejumlah proyek di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pemkab Langkat.
Syah Afandin dibekuk tim KPK sesaat setelah dirinya diduga menerima uang suap sebesar Rp100 juta dari seorang pihak swasta bernama Yaqub Abdhal.
“Saat SAF dalam perjalanan menuju Kota Binjai, Tim KPK berhasil mengamankan uang Rp100 juta yang ditemukan di bawah jok kursi mobil penumpang depan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, dikutip Minggu (5/7/2026).
Namun, kejutan tidak berhenti di situ. Saat menggeledah mobil tersebut, petugas justru menemukan benda tak biasa: 55 keping logam berat berwarna putih. Berdasarkan pemeriksaan awal, tim meyakini logam tersebut adalah platinum, salah satu logam mulia paling langka di dunia.
“Kami menemukan 55 keping logam platinum dengan total berat kurang lebih 55 kg di mobil Syah Afandin. Selanjutnya, atas barang bukti ini, akan dilakukan pengecekan keasliannya oleh ahli,” ungkap Taufik.
Sayangnya, dalam rilis barang bukti ke media, KPK belum memamerkan wujud asli 55 kg platinum tersebut dan baru memperlihatkan barang bukti uang tunai.
Selain logam mulia seberat setengah kuintal lebih itu, KPK juga menyita aset fantastis lainnya yang diduga berkaitan dengan perkara korupsi ini. Berikut rincian barang bukti yang berhasil diamankan:
Uang Tunai Rupiah: Rp100 juta yang disita langsung dari mobil Syah Afandin.
Mata Uang Asing (Valas): Total senilai Rp1,22 miliar, yang terdiri dari 66.950 Dolar Singapura, 11.518 Ringgit Malaysia, dan pecahan Rupiah tunai sebesar Rp244,7 juta.
Logam Mulia: 55 keping diduga platinum seberat 55 kg (masih menunggu uji laboratorium).
Isi Rekening Bank: Dua rekening atas nama Syah Afandin dengan total saldo mencapai Rp2,27 miliar.
Bukti Lainnya : Barang Bukti Elektronik (BBE) serta sejumlah dokumen proyek.
Temuan berkilo-kilo platinum ini tentu mencuri perhatian. Melansir data dari Pegadaian, platinum merupakan logam putih alami yang memiliki karakteristik jauh lebih keras, padat, dan berat dibandingkan dengan emas putih murni.
Di pasar komoditas, platinum dikategorikan sebagai logam yang sangat langka. Karena sifatnya yang kokoh dan tidak memicu alergi (hipoalergenik), platinum kerap menjadi bahan utama perhiasan kelas atas.
Dari segi pembuatan perhiasan, ongkos dan harga produk berbahan platinum cenderung 25% lebih mahal dibanding emas putih karena tingkat kesulitannya. Namun, secara nilai murni pembentukan harga komoditas mentahnya, platinum umumnya berada sedikit di bawah harga emas murni.
Kini, KPK tengah bergerak cepat menggandeng tim ahli untuk memastikan keaslian serta menghitung nilai total dari 55 kg logam langka yang dikuasai oleh Bupati Langkat tersebut.(fa/fz)













