Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Sosial (Kemasos) beserta pemangku kepentingan untuk bersinergi dan bergotong royong menyukseskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat yang akan bergulir mulai 14 Juli 2026 mendatang.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh proses transisi dan persiapan berjalan optimal, aman, serta tepat sasaran. Penegasan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memimpin rapat koordinasi kesiapan MPLS Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Rapat intensif tersebut menyoroti empat klaster utama, yakni :
Kesiapan fisik (sarana, prasarana, dan perlengkapan sekolah).
Kesiapan migrasi dan rekrutmen siswa.
Kesiapan kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan.
Teknis detail pelaksanaan MPLS.
“Karena ini menjadi kepentingan seluruh Kementerian Sosial, bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja. Jadi semua harus tahu, semua harus terlibat, semua harus ikut mendengarkan, dan semua harus berkontribusi,” tegas Gus Ipul.
Selain itu, Gus Ipul menginstruksikan para kepala sentra untuk mengawal ketat perpindahan peserta didik dari Sekolah Rakyat Rintisan menuju Sekolah Rakyat Permanen. Ia mewanti-wanti agar proses transisi ini dilakukan secara tertib tanpa mengabaikan aset negara yang ditinggalkan.
“Jangan sampai kursi, bangku, dan perlengkapan lainnya masih ditinggalkan di sana menjadi rusak. Semua itu harus dirawat, jangan sampai ada yang hilang,” tambahnya.
Untuk memperkuat eksekusi di lapangan, Mensos merilis enam instruksi strategis yang harus segera dijalankan :
Aktifkan Sekber : Mengaktifkan kembali Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat untuk memastikan migrasi ke Sekolah Rakyat Permanen selesai tepat waktu pada 14 Juli 2026.
Simulasi Migrasi : Melakukan uji coba menyeluruh proses pemindahan siswa di satu lokasi pilot project sebelum diterapkan secara nasional.
Percepat Logistik : Mempercepat distribusi perlengkapan sekolah dan pengadaan kebutuhan siswa baru secara transparan serta bebas penyimpangan.
Sinergi Antar-Kementerian : Meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait transfer of knowledge pengelolaan fasilitas gedung (listrik, air bersih, dan sistem keamanan).
Gugus Tugas & PIC Lapangan : Mengaktifkan kembali Gugus Tugas Pengendalian untuk mitigasi risiko, lengkap dengan penunjukan Person in Charge (PIC) di setiap lokasi.
Pemetaan Anggaran : Menyusun proyeksi kebutuhan anggaran tambahan demi kelancaran operasional di berbagai daerah.
“Saya berharap turun tangan semua ini. Turun tangan, bukan tangan turun ya. Turun tangan,” seloroh Gus Ipul menekankan pentingnya aksi nyata.
Berdasarkan lini masa yang ada, MPLS Sekolah Rakyat akan berlangsung pada 14–31 Juli 2026. Setelah itu, para siswa akan langsung mengikuti masa matrikulasi mulai 3 Agustus hingga 30 September 2026.
Selama MPLS, siswa baru akan disuguhi berbagai program adaptif yang positif, mulai dari pengenalan lingkungan, pemeriksaan kesehatan, sosialisasi tata tertib, hingga penguatan karakter dan kedisiplinan demi membangun kesiapan belajar yang inklusif. (fa/fz)















