Jakarta – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas mengapresiasi dan mendukung penuh peringatan Presiden Prabowo Subianto terhadap pimpinan dan mantan Kementerian BUMN yang terindikasi korupsi.
“Pernyataan presiden itu jelas warning bagi pimpinan dan mantan pimpinan BUMN. Semuanya tidak bisa lepas dari tanggung jawab jika melakukan tipikor (tindak pidana korupsi). Jadi jangan main-main dalam mengelola uang negara,” tutur Hasbi di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menilai, pernyataan Presiden Prabowo terkait ‘bersih-bersih’ BUMN, merupakan penegasan bahwa tidak ada pejabat BUMN yan kebal hukum. Apalagi yang sudah mantan, semakin mudah untuk masuk penjara. Jika terbukti melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara.
“Sebab publik sempat ragu dengan adanya aturan bahwa pejabat BUMN bukan penyelenggara negara. Nah, itu menimbulkan keraguan. Apakah pejabat BUMN tidak bisa diproses hukum tipikor. Jadi, adanya pernyataan presiden itu, jelas sudah. Pejabat BUMN tidak kebal hukum tipikor. Dapat diproses hukum jika terindikasi tipikor,” lanjut Hasbi.
Saat ini, kata dia, Komisi III DPR masih menunggu keseriusan dari aparat penegak hukum, baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung (Kejagung), maupun Polri untuk melaksanakan amanat presiden ini.
“Kami di Komisi III tentu akan mengawasi kinerja para mitra kerja kami tersebut. Kami juga mengajak publik ikut mengawal aparat penegak hukum kita, agar bekerja profesional dan berintegritas,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo melontarkan peringatan keras kepada jajaran pimpinan BUMN. Diingatkan, para direksi jangan main-main dengan praktik korupsi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Aparat penegak hukum telah bersiap untuk menindak siapa pun yang melanggar.
“Saya katakan, pimpinan BUMN yang dulu harus tanggung jawab, jangan enak-enak kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menegaskan, tidak akan setengah-setengah dalam penegakan hukum. Ia meminta pesan tersebut dipahami secara serius dan tidak dianggap angin lalu. “Kan mereka mengejek, Prabowo hanya bisa ngomong di podium saja. Oh ya? Tunggu saja panggilan. Lu jangan nantang gue,” ujarnya.
Dia mengajak seluruh pejabat untuk segera sadar, menghentikan praktik korupsi. Diingatkan dampak perbuatan tersebut tidak hanya dirasakan pelaku, namun juga keluarganya. “Saya paling kasihan, kalau saya lihat tokoh atau kawan diborgol, pakai baju oranye. Kasihan anak istrinya, sudahlah,” ucapnya.
Ia menambahkan, jauh lebih baik mengisi sisa hidup dengan perbuatan baik yang bermanfaat bagi banyak orang. “Sudahlah, kita semua sebentar lagi dipanggil. Kalau dipanggil enggak sesuai nomor urut atau senioritas, belum tentu aku duluan. Bisa-bisa yang muda-muda. Jadi lebih baik berbuat kebaikan, lebih mulia,” paparnya. (Wilson)











