Jakarta – Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tentang kesiapan pemerintah menghadapi dampak El Nino, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, termasukKalimantan Utara (Kaltara), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Maluku Utara (Malut). Penanganan dilakukan melalui penyaluran air untuk pemadaman serta pengerahan personel dan peralatan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Saya sudah cek semua persiapan kita cukup bagus. Kita siap hadapi El Nino,” kata Presiden Prabowo dalam Wawancara Eksklusif Jilid III Presiden Prabowo Menjawab bersama Pimpinan Media Massa yang dilaksanakan di Hambalang beberapa hari lalu.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan Kementerian PU terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan pada musim kemarau melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan di lapangan.
“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” kata Menteri Dody.
Di Kaltim, dukungan penanganan karhutla dilakukan di Kampung Kasai dan Kampung Batu-batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Kebakaran di area tersebut diperkirakan berdampak pada lahan seluas sekitar 3 hektare.
Sedangkan di Kaltara penanganan dilakukan BWS Kalimantan V dan BPBPK Kaltara bersama KPHP Berau Utara, Manggala Agni, Polri Berau, serta PT Puji Sempurna Raharja. Peralatan yang dikerahkan antara lain dua unit mobil dalkarhutla milik KPHP Berau Utara, satu unit kendaraan BWS Kalimantan V dan BPBPK, satu unit mobil patroli double cabin KPHP, dua unit sepeda motor Manggala Agni, serta dua unit truk suplai air milik PT Puji Sempurna Raharja.
Hingga saat ini sekitar 1,5 hektare telah berhasil dipadamkan. Selanjutnya, distribusi dan kegiatan penanganan lanjutan akan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Berau dan instansi terkait lainnya.
Penanganan di Maluku Utara
Sementara di Maluku Utara, kebakaran terjadi pada lahan perkebunan di Desa Dakaino, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur. Lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 100 hektare dan merupakan lahan yang dikelola oleh sekitar 50 petani.
Untuk membantu pemadaman, BWS Maluku Utara menyalurkan sebanyak 25.000 liter air menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter, kendaraan pengangkut air berkapasitas 1.000 liter, serta pompa Alkon. Air bersumber dari saluran irigasi Dakaino dan disalurkan ke lokasi kebakaran untuk membantu proses pemadaman.
Pelaksanaan penanganan di lapangan dilakukan bersama Pemerintah Desa Dakaino, masyarakat setempat, dan PT Aditama Bangun Perkasa (ABP). BWS Maluku Utara juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Halmahera Timur, Pemerintah Desa Dakaino, TNI, Polri, dan masyarakat untuk memantau perkembangan kebakaran serta mengantisipasi meluasnya titik api.
Kementerian PU terus mendukung upaya penanganan karhutla dan kekeringan melalui penyediaan sumber daya air, pengerahan peralatan, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mempercepat penanganan di lapangan dan mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat dan lingkungan. (LR)













