BOGOR – Niat hati menghindari kemacetan horor di jalur utama Gadog, ribuan wisatawan menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, justru harus gigit jari pada Sabtu, 4 Juli 2026. Jalur-jalur tikus yang biasanya menjadi penyelamat kini berubah menjadi jebakan batman. Kemacetan parah mengepung jalur alternatif via Simpang Pasir Muncang dan Tapos, Ciawi, dengan antrean kendaraan mengular dari kedua arah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lautan kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengunci jalur alternatif tersebut hingga nyaris tak bergerak. Lebar jalan alternatif yang terbatas membuat lonjakan volume kendaraan langsung memicu gridlock di beberapa titik krusial, terutama dari kawasan Simpang Pasir Muncang yang mengarah ke Megamendung.
Banyak pelancong yang berspekulasi menggunakan aplikasi penunjuk jalan demi mencari rute tercepat. Alih-alih sampai lokasi wisata lebih cepat, mereka justru terjebak dalam antrean panjang yang melelahkan.
“Tadinya saya pikir lewat jalur alternatif bisa langsung lancar, ternyata sama saja, malah macet parah di sini,” keluh Dimas, seorang wisatawan asal Parung yang terjebak di tengah antrean.
Kondisi serupa tapi tak sama juga terjadi dari arah sebaliknya. Arus balik dari Megamendung menuju Pasir Muncang dan Gadog ikut terkunci rapat. Ribuan pengendara yang hendak turun dari Puncak terpaksa memadati jalur alternatif karena rute utama Gadog–Puncak tengah ditutup akibat pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way yang memprioritaskan kendaraan naik ke atas.
“Sengaja potong kompas lewat sini biar tidak kena penutupan jalur one way, tapi ternyata di bawah sudah terkunci,” ujar Adi, warga Tanahsareal, Kota Bogor, yang berniat pulang.
Jalur alternatif Megamendung selama ini memang menjadi andalan utama bagi para pengendara yang ingin menuju Puncak Pass, Taman Safari Indonesia, hingga Pasar Cisarua tanpa harus melewati gerbang utama Gadog.
Namun, kombinasi maut antara animo liburan akhir pekan dan musim libur sekolah membuat infrastruktur jalan alternatif ini kewalahan menampung serbuan kendaraan. Akibatnya, alih-alih menjadi solusi urai macet, jalur penyeimbang ini ikut lumpuh merata di hampir seluruh ruasnya.(fa/f)













