Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat kepada Panglima TNI terkait dugaan keterlibatan prajurit aktif dalam kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan pengiriman surat tersebut pada Selasa (20/10/2026).
“Benar, KPK sudah mengirimkan surat ke Panglima TNI, kemarin,” ujar Setyo di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Setyo belum menjelaskan secara terperinci isi surat maupun tindak lanjut yang akan dilakukan bersama pihak TNI. Identitas prajurit yang diduga terlibat serta bentuk keterlibatannya juga belum diungkapkan.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa penyidik menemukan indikasi keterlibatan oknum TNI aktif dalam konstruksi perkara korupsi di lingkungan BNPB. KPK membuka kemungkinan pemanggilan pihak terkait dan terus berkoordinasi dengan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk mendalami dugaan tersebut.
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di lingkungan BNPB. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 14 orang yang diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, termasuk pengadaan menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.
Penyidik turut mengamankan uang tunai sekitar Rp1,4 miliar, emas batangan, dan tabungan emas sebagai barang bukti.
KPK kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka terdiri atas pejabat pembuat komitmen (PPK), pegawai di lingkungan BNPB, tenaga ahli, dan pihak swasta.
Para tersangka tersebut adalah Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus PPK Gabriel Purwaka Sigit (GPS), tenaga ahli Kepala BNPB Richard Erlangga, Bima Setyawan (BMS) yang disebut sebagai adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, serta dua pihak swasta berinisial Gery P. dan Syifa NG.
Pengiriman surat kepada Panglima TNI menjadi bagian dari langkah koordinasi antarlembaga dalam mendalami dugaan keterlibatan prajurit aktif. KPK masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap konstruksi perkara dan peran masing-masing pihak berdasarkan bukti yang diperoleh. (Candra)













