Jakara – Satu lagi pegawai Ditjen Bea Cukai menjadi tersangka kasus korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Budiman Bayu Prasojo (BPP) yang merupakan Kepala Seksi Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan sebagai tersangka.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik sudah mempunyai minimal dua alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status Budiman sebagai tersangka. Kasus ini sendiri masih terkait dengan OTT yang dilakukan KPK sebelumnya.
“Bahwa dari pengembangan penyidikan perkara ini, KPK pada hari ini menetapkan tersangka baru yaitu saudara BPP,” kata Budi di Gedung KPK, Kamis (26/2).
Budi mengatakan Budiman sudah dilakukan penangkapan di kantor pusat Ditjen Bea Cukai di Jakarta sekitar pukul 16.00 WIB. Dan saat ini ia sedang diperiksa secara intensif oleh penyidik terkait dengan perkara yang melibatkannya.
“Di mana penetapan tersangka BPP ini dari pemeriksaan sejumlah tersangka dan juga pihak-pihak terkait lainnya yang dimintai keterangan oleh penyidik, juga rangkaian penggeledahan yang dilakukan. Salah satunya temuan terkait lima koper yang berisi uang senilai Rp5 miliar tersebut,” jelasnya.
Budi menjelaskan, hasil penggeledahan yang dilakukan KPK beberapa waktu lalu yang mana penyidik menemukan uang sekitar Rp5 miliar, penyidik mendalami keterangan para saksi. Termasuk asal muasal uang dan peruntukannya.
“Dalam hasil penggeledahan itu, penyidik kemudian mendalami dari para saksi yang dimintai keterangan, uang-uang tersebut berasal dari mana dan peruntukannya untuk apa, gitu ya. Sehingga kemudian KPK menetapkan BPP sebagai tersangka baru dalam perkara ini,” terangnya.
Atas perkara ini Budiman disangkakan tindak pidana korupsi berupa penerimaan gratifikasi sesuai Pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 20 huruf C KUHP Nasional.
KPK sendiri berkomitmen untuk terus mengungkap perkara ini. Salah satunya dengan membuka peluang untuk melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang dianggap mengetahui hal tersebut, termasuk dari para pejabat Bea Cukai.
“Ya, tentunya nanti dalam perkembangannya penyidik akan meminta keterangan ya, para saksi yang bisa menjelaskan, bisa menerangkan secara lebih lengkap lagi sesuai dengan kebutuhan proses penyidikan ya. Baik pihak-pihak di Ditjen Bea Cukai maupun pihak-pihak swastanya, gitu kan. Nah ini masih akan terus bergulir penyidikannya,” pungkasnya.
Kasus ini sendiri merupakan pengembangan dari OTT yang dilakukan KPK. Asep Guntur Rahayu yang saat itu masih menjadi Plt Deputi Penindakan KPK, mengungkap ada kongkalikong antara pihak Bea Cukai dan swasta untuk mengatur jalur importasi barang ke Indonesia.
Para pihak yang dimaksud antara lain Kasi Intel Bea dan Cukai, Orlando Hamonangan, dan Kasubdit Intel Bea dan Cukai Sisprian Subiaksono dengan pemilik PT Blueray John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Andri, serta Manager Operasional PT Blueray Dedy Kurniawan pada Oktober 2025. Mereka diduga sepakat mengatur jalur importasi barang ke Indonesia.
KPK mengatakan Peraturan Menteri Keuangan mengatur dua jenis jalur dalam pelayanan pengawasan barang impor. Ada jalur hijau yang merupakan jalur pengeluaran barang tanpa cek fisik dan ada jalur merah yang merupakan jalur pengeluaran barang dengan cek fisik.
“Selanjutnya, FLR (pegawai Bea Cukai Filar) menerima perintah dari ORL (Orlando) untuk menyesuaikan parameter jalur merah dan menindaklanjutinya dengan menyusun rule set pada angka 70%,” ujar Asep, Jumat (6/2).
KPK awalnya menetapkan 6 orang tersangka, yaitu Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai Januari 2026; Sisprian Subiaksono (SIS) selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC); dan Orlando (ORL) selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (kasi Intel DJBC).
Sementara pihak swasta adalah Jhon Field (JF) selaku Pemilik PT Blueray; Andri (AND) selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray; dan Dedy Kurniawan (DK) selaku Manager Operasional PT Blueray. (Wilson)