JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat perbaikan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh. Menyusul perbaikan ini, arus lalu lintas di jalur nasional Medan–Banda Aceh dialihkan sementara demi keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan jembatan dipicu oleh patahnya 20 keping pelat besi lantai jembatan akibat sering dilalui truk bermuatan berlebih (Over Dimension Over Loading/ODOL). Penutupan total dilakukan sejak Minggu (28/6/2026) dengan estimasi pengerjaan 6 hingga 9 jam. Per pukul 20.00 WIB di hari yang sama, progres perbaikan sudah menyentuh 71,1%.
Seluruh arus lalu lintas dialihkan melalui Jembatan Bailey Awe Geutah di kawasan Paya Teupin Reudeup, Kecamatan Peusangan Selatan.Petugas gabungan dari dinas perhubungan dan kepolisian setempat telah disiagakan di sejumlah titik persimpangan untuk mengurai potensi kemacetan dan memandu para pengendara.
Keterlambatan penanganan pada jalur ini dikhawatirkan dapat memicu efek domino terhadap stabilitas harga bahan pokok di wilayah Aceh. Mengingat jalur Medan–Banda Aceh merupakan urat nadi utama pasokan pangan dan komoditas penting, Tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama pihak kepolisian terus berkoordinasi secara intensif agar pengerjaan selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas proteksi jembatan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa perbaikan ini krusial untuk menjaga urat nadi logistik. “Perbaikan dilakukan agar jembatan kembali aman dilalui sehingga konektivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kementerian PU berencana memperketat pengawasan di jembatan timbang sekitar perbatasan provinsi untuk menyaring truk-truk nakal. Pemerintah mengingatkan bahwa ketegasan aturan regulasi ODOL bukan sekadar masalah administratif, melainkan langkah nyata untuk melindungi investasi infrastruktur negara dan nyawa pengguna jalan lainnya dari risiko kecelakaan fatal. (fa/fz)















