Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah memacu pembangunan empat jembatan gantung di Provinsi Banten guna memperkuat konektivitas antarkampung, desa, dan kecamatan. Infrastruktur kerakyatan ini dihadirkan untuk menghubungkan wilayah yang sebelumnya terisolasi oleh sungai, jurang, atau perbukitan, sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, dan membuka akses pelayanan dasar di kawasan perdesaan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa meski jembatan gantung memiliki struktur yang sederhana, fungsi dan manfaat yang dirasakan masyarakat sangatlah besar.
“Jembatan gantung memberikan manfaat langsung yang nyata bagi masyarakat. Mobilitas warga menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan kini semakin terbuka lebar,” ujar Menteri Dody.
Pembangunan keempat jembatan gantung ini telah dimulai secara bertahap pada periode Maret hingga April 2026. Proyek ini mencakup tiga jembatan di Kabupaten Lebak, yaitu Jembatan Gantung Inten Jaya, Jembatan Gantung Cigoong Utara, dan Jembatan Gantung Kampung Bagu (Ciminyak), serta satu jembatan di Kabupaten Pandeglang, yaitu Jembatan Gantung Cibungur.
Memiliki bentang panjang antara 40 hingga 80 meter, infrastruktur ini dirancang khusus untuk pejalan kaki, kendaraan roda dua, serta ambulans dalam kondisi darurat.
Berdasarkan data progres konstruksi per Kamis (25/6/2026), seluruh titik pembangunan menunjukkan tren positif dengan rincian sebagai berikut :
Memiliki bentang utama sepanjang 80 meter dengan progres fisik mencapai 26,67%. Jembatan ini dibangun untuk memangkas waktu tempuh masyarakat yang selama ini harus memutar jauh akibat keterbatasan akses.
Jembatan Gantung Cibungur (Kabupaten Pandeglang)
Jembatan sepanjang 80 meter ini telah mencapai progres fisik 19,25%. Infrastruktur ini akan menghubungkan Desa Tegal Papak (Kecamatan Pagelaran) dengan Desa Cibungur (Kecamatan Sukaresmi), sehingga mobilitas antarwilayah menjadi lebih aman dan efisien.
Jembatan Gantung Cigoong Utara (Kabupaten Lebak)
Dengan panjang 40 meter, jembatan ini mencatat progres fisik 26,80%. Kehadirannya akan mempermudah akses warga Dusun Salasih, Nagreg, dan Paranje menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, pasar, serta memperlancar distribusi hasil tani.
Jembatan Gantung Kampung Bagu / Ciminyak (Kabupaten Lebak)
Jembatan sepanjang 40 meter ini telah mencapai progres 23,50%. Infrastruktur ini menghubungkan Kampung Bagu (Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang) dengan Kampung Cikaung (Desa Sukamarga, Kecamatan Sajira) yang selama ini dipisahkan oleh aliran sungai, sehingga dapat mempersingkat waktu tempuh dan menjamin keselamatan warga saat menyeberang.
Melalui ketersediaan akses yang lebih aman dan representatif, kehadiran keempat jembatan gantung ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal di Provinsi Banten.
Kementerian PU berkomitmen untuk mengawal dan menyelesaikan pembangunan ini tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan nasional, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan aksesibilitas. (fa)















