JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Bali. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat jaringan irigasi pertanian, menjaga kelestarian sistem Subak, serta mendongkrak ketahanan pangan lokal.
Sebagai program padat karya, Kementerian PU melibatkan langsung masyarakat petani dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur air agar manfaatnya terasa dalam jangka panjang.
Proyek ini resmi berjalan setelah Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), P3A, dan perwakilan Subak di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (19/6/2026).
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa infrastruktur irigasi yang andal merupakan fondasi utama untuk menjamin kepastian pasokan air bagi petani demi meningkatkan produktivitas nasional.
“Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) ini membawa multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur fisik, proyek ini memberikan penghasilan langsung kepada warga lewat skema padat karya sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Menteri Dody.
Pada tahun anggaran 2026, Kementerian PU menyebar pelaksanaan P3-TGAI di 78 lokasi yang mencakup enam kabupaten di Bali :
Kabupaten Gianyar : 26 lokasi
Kabupaten Bangli : 17 lokasi
Kabupaten Tabanan : 17 lokasi
Kabupaten Klungkung : 9 lokasi
Kabupaten Jembrana : 5 lokasi
Kabupaten Karangasem : 4 lokasi
Program ini menyasar rehabilitasi, peningkatan, serta pembangunan jaringan irigasi kecil (luas layanan di bawah 150 hektare), irigasi tersier, hingga irigasi desa. Kehadiran infrastruktur baru ini diharapkan dapat menjaga pasokan air tetap stabil, bahkan saat musim kemarau tiba.
Khusus di Pulau Dewata, Kementerian PU merancang program P3-TGAI agar selaras dengan sistem Subak kearifan lokal masyarakat Bali dalam mengelola air. Dukungan infrastruktur yang efisien ini dipercaya akan memperkuat daya tahan sektor pertanian Bali dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Melalui sinergi kuat dari tingkat desa, Kementerian PU optimistis sektor pertanian Bali akan tumbuh lebih produktif, tangguh, dan mampu menjadi penopang utama ekonomi daerah.















