Pelatih Irak Graham Arnold melontarkan candaan soal cara menghentikan Kylian Mbappe jelang laga Piala Dunia 2026. Ia mengaku sempat meminta izin memainkan tiga kiper sekaligus.
Pelatih tim nasional Irak, Graham Arnold, melontarkan candaan menarik jelang duel melawan Prancis pada laga kedua Grup I Piala Dunia FIFA 2026.
Arnold mengakui betapa sulitnya menghentikan ketajaman bintang Prancis, Kylian Mbappe, yang sedang memburu berbagai rekor di Piala Dunia.
Saat ditanya mengenai strategi untuk meredam penyerang Real Madrid tersebut, Arnold menjawab dengan nada bercanda.
“Saya sempat bertanya apakah kami boleh memainkan tiga penjaga gawang sekaligus. Tetapi mereka mengatakan tidak,” kata Arnold sambil tertawa.
Candaan itu muncul setelah Mbappe kembali tampil luar biasa pada laga perdana Prancis di Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 27 tahun tersebut mencetak dua gol ketika Les Bleus mengalahkan Senegal dengan skor 3-1.
Dwigol tersebut membuat Mbappe mengoleksi 14 gol di Piala Dunia dan menyamai legenda Jerman, Gerd Muller, dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Ia kini hanya terpaut satu gol dari legenda Brasil Ronaldo Nazario yang mengoleksi 15 gol, serta dua gol dari rekor dunia yang saat ini dipegang bersama oleh Miroslav Klose dan Lionel Messi dengan 16 gol.
Bukan hanya itu, dua gol ke gawang Senegal juga membuat Mbappe resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Prancis dengan 58 gol, melewati rekor sebelumnya milik Olivier Giroud.
Menjelang laga melawan Irak, Mbappe juga akan mencatatkan tonggak penting lain dalam kariernya. Pertandingan tersebut menjadi penampilan ke-100 bersama tim nasional Prancis.
“Selalu menyenangkan bermain untuk tim nasional. Tidak ada yang lebih besar daripada membela negara. Angka 100 pertandingan tentu sangat bersejarah, apalagi terjadi di Piala Dunia,” ujar Mbappe.
Meski banyak pihak mulai memperdebatkan apakah dirinya akan menjadi pemain terbaik dalam sejarah Piala Dunia, Mbappe memilih merendah.
“Itu urusan para jurnalis dan penggemar sepak bola. Bagi saya, yang penting adalah bagaimana membantu tim mengalahkan Irak dan membawa pulang trofi pada bulan Juli,” katanya.
Sementara itu, Arnold menegaskan Irak tidak akan terlalu fokus pada satu pemain saja. Menurutnya, timnya harus lebih berkonsentrasi pada performa sendiri setelah kalah 1-4 dari Norwegia pada pertandingan pertama.
“Kami tidak bisa mengendalikan bagaimana Prancis bermain, tetapi kami bisa mengendalikan performa kami sendiri. Yang terpenting adalah memastikan para pemain siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka kepada dunia,” ujar Arnold.
Di luar hasil pertandingan, Irak juga mendapat pujian dari penyelenggara setelah para pemain membersihkan ruang ganti mereka sendiri usai laga melawan Norwegia. Tim bahkan meninggalkan pesan sederhana bertuliskan “Thank you, Boston” sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah.
Kini perhatian kembali tertuju pada lapangan. Di satu sisi ada Irak yang berusaha menjaga peluang lolos, sementara di sisi lain Mbappe memburu rekor demi rekor baru yang bisa semakin mengukuhkan namanya dalam sejarah Piala Dunia. (Sinta)















