Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Angkat Bicara Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

JAKARTA – Pusaran kasus dugaan korupsi suap importasi barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini menyeret orang nomor satu di institusi tersebut. Setelah lama bungkam, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, akhirnya angkat bicara demi merespons penyelidikan intensif yang sedang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan. Namun, Djaka memilih irit bicara saat…

JAKARTA – Pusaran kasus dugaan korupsi suap importasi barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini menyeret orang nomor satu di institusi tersebut. Setelah lama bungkam, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, akhirnya angkat bicara demi merespons penyelidikan intensif yang sedang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan.

Namun, Djaka memilih irit bicara saat menghadiri konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Ia justru melempar bola panas tersebut ke meja hijau dan meminta publik mengawal langsung proses hukum yang sedang berjalan.

“Terkait dengan permasalahan importasi di Bea Cukai, kita sama-sama ikuti perkembangan persidangan saja,” ujar Djaka tegas.

Aliran Dana Fantastis Tiga Bos Kargo:

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jaksa KPK membongkar siasat tiga petinggi Blueray Cargo yang kini menyandang status terdakwa. Ketiga aktor tersebut membagi peran demi meloloskan komoditas impor mereka:

– Terdakwa I John Field Pimpinan Utama Blueray Cargo
– Terdakwa II Deddy Kurniawan Sukolo Manajer Operasional
– Terdakwa III Andri Ketua Tim Dokumen

Untuk memuluskan bisnis haram ini, ketiga terdakwa menggelontorkan dana suap yang fantastis. Jaksa KPK membeberkan bahwa mereka menyetor uang tunai sebesar **Rp 61,3 miliar** dalam bentuk mata uang dolar Singapura. Tidak berhenti di situ, mereka juga mengalirkan berbagai fasilitas serta barang-barang mewah senilai **Rp 1,8 miliar** demi memanjakan para oknum pejabat.

Jejak Pertemuan Rahasia di Hotel Borobudur

Bagaimana nama sang Dirjen bisa terseret? Jaksa KPK mengendus jejak digital dan pertemuan fisik yang melibatkan para petinggi DJBC. Dokumen surat dakwaan memaparkan fakta mengejutkan: Djaka Budhi Utama menghadiri pertemuan langsung dengan pengusaha kargo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Juli 2025.

John Field, bos Blueray Cargo yang kini duduk di kursi pesakitan, juga hadir dalam ruang pertemuan tersebut. Jaksa menuliskan konspirasi ini secara gamblang dalam dakwaannya:

“Bahwa selanjutnya pada Juli 2025 bertempat di Hotel Borobudur… dilakukan pertemuan antara pejabat-pejabat di DJBC antara lain Djaka Budi Utama, Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan Sianipar.”

Kesaksian Kurir: Operasi Senyap Setelah Magrib

Fakta persidangan semakin benderang ketika Pelaksana Pemeriksa Kantor Pusat DJBC, Aditya Rachman Rony Putra, naik ke kursi saksi. Aditya membongkar cerita mengenai operasi senyap penyerahan sebuah *goodie bag* misterius yang ditujukan untuk Djaka.

Aditya mengaku mendapatkan perintah dari Kasubdit Intelijen DJBC, Sisprian Subiaksono, untuk mengantarkan tas tersebut. Ia kemudian mengontak ajudan Dirjen bernama Tohir via pesan WhatsApp, lalu menyepakati titik temu di area parkir kantor yang temaram pasca-magrib.

Di hadapan Hakim, Jaksa M Takdir Suhan mencecar Aditya untuk menggali sedalam apa keterlibatannya:

Jaksa: “Pak Tohir WA?”
Aditya: “Pak Tohir WA.”
Jaksa: “Bilang bahwa?”
Aditya: “Kalau Pak Tohir telepon saya, mengenalkan diri sebagai Tohir menanyakan kapan bisa ketemu setelah magrib dan di mana… ketemu di parkiran kantor aja.”
Jaksa : “Saksi membawa apa?”
Aditya : “Saya dititipi Pak Sisprian *goodie bag* Pak.”

Aditya buru-buru membela diri saat jaksa mempertanyakan konsistensi pemberian hadiah tersebut. Ia mengklaim tidak mengetahui isi di dalam tas mewah itu dan baru pertama kali menjadi perantara aliran barang tersebut.

Jaksa: “Tahu isinya apa?”
Aditya: “Nggak tahu saya Pak.”
Jaksa: “Memang biasa dititipi *goodie bag*?”
Aditya: “Saya baru sekali itu Pak.”

Kini, kesaksian Aditya dan dokumen dakwaan KPK menjadi jangkar kuat yang mengikat nama para petinggi Bea Cukai dalam salah satu skandal impor terbesar tahun ini. Publik tinggal menunggu apakah palu hakim akan menyeret aktor-aktor intelektual lain ke balik jeruji besi.(fazza)

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports