Jakarta – Tiyo Ardianto, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) 2025,menyoroti penetapan tersangka terhadap mantan kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tiyo menilai publik perlu mencermati kemungkinan adanya upaya menjadikan Dadan sebagai pihak yang paling disalahkan dalam polemik program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Menurutnya, terdapat indikasi perpindahan fokus kritik dari pemerintah kepada individu tertentu.
“Cuma penumbalan supaya medan konflik yang awalnya nyerang presiden jadi nyerang Pak Dadan,” katanya.
Menurut Tiyo, publik berhak mempertanyakan dinamika yang terjadi setelah pencopotan Dadan dari kursi Kepala BGN dan penunjukan Nanik S Deyang sebagai penggantinya.
“Yang kedua adalah menjadikan Pak Dadan sebagai kambing hitam, sehingga pola yang biasanya dilakukan Pak Prabowo kembali terjadi. Pak Prabowo memiliki mentalitas sebagai seorang mesias atau juru penyelamat. Kalau beliau tidak menjadi penyelamat, rasanya tidak keren,” katanya.
Karena itu, imbuhnya, masyarakat perlu mengawasi proses hukum yang berjalan agar tidak berhenti hanya pada individu tertentu.
Seperti diketahui, Kejaksaan Agung menetapkan mantan kepala BGN Dadan Hindayana, wakil kepala BGN Lodewyk Pusung, serta Sony Sonjaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program MBG tahun 2025-2026. Ketiganya kemudian ditahan di Rutan Salemba untuk kepentingan penyidikan.
Sebelumnya, Tiyo juga dikenal sebagai salah satu aktivis mahasiswa yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah, terutama terkait prioritas anggaran negara dan pelaksanaan Program MBG yang menjadi program andalan presiden. (Wilson)















