Jamin Makan Bergizi Gratis Aman, BPOM Usulkan Sistem Pencegahan Keracunan Sejak di Dapur

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 resmi bergulir dengan melibatkan lintas sektor. Jika Badan Gizi Nasional bertindak sebagai lokomotif utamanya, maka Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengambil peran krusial di balik layar menjadi benteng pertahanan keamanan pangan anak sekolah. Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar,…

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 resmi bergulir dengan melibatkan lintas sektor. Jika Badan Gizi Nasional bertindak sebagai lokomotif utamanya, maka Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengambil peran krusial di balik layar menjadi benteng pertahanan keamanan pangan anak sekolah.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa berdasarkan Pasal 24 ayat 2 hingga 9 pada Perpres tersebut, BPOM dimandatkan untuk mengawal ketat seluruh rantai pasok makanan program MBG. Pengawasan berlapis ini sengaja diperketat demi mengantisipasi dan mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti kasus keracunan makanan pada anak.

“Salah satunya adalah mulai dari bahan bakunya, kemudian penyiapannya, distribusinya, hingga pengawasan mitigasinya, Badan POM mendapat tugas,” ungkap Taruna Ikrar kepada awak media di kantor BPOM, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Demi memperkuat sistem pengawasan, Taruna berencana mengusulkan terobosan baru berupa Program Manajemen Risiko (PMR). Menurutnya, pola pengawasan nasional sudah saatnya berevolusi. Fokus tidak boleh lagi hanya sekadar menangani dampak masalah (mitigasi), melainkan harus mampu memutus potensi bahaya sebelum makanan tersebut sampai ke tangan anak-anak (pencegahan).

“Ke depan saya lihat hubungannya dengan program manajemen risiko. Kita beralih dari mitigasi risiko kepada pencegahan risiko, tentu itu jauh lebih bagus,” tegas Taruna.

Ia menambahkan bahwa inti dari PMR adalah tindakan preventif yang agresif. “Oleh karena itu, mungkin bisa diterapkan di Makan Bergizi Gratis, walaupun mungkin bukan kami yang mengeksekusinya di lapangan,” lanjutnya.

Nantinya, BPOM akan menyodorkan draf program PMR ini kepada lembaga terkait untuk diimplementasikan secara teknis. Taruna memastikan langkah ini tidak akan memicu tumpang tindih kewenangan antarlembaga.

Sebaliknya, BPOM berkomitmen penuh untuk tetap berjalan di koridor tugasnya sembari aktif memberikan masukan strategis berbasis keahlian mereka, demi memastikan jutaan anak Indonesia menerima asupan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga 100% aman. (fa/fz)

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports